


MEDICATED AROMATHERAPY OIL

Produk Inovasi Riset Dengan Penggabungan antara Manfaat Minyak Kayu dan Minya Nilam Hi-Grade
Cajupach terinspirasi dari dua tanaman berkhasiat, yaitu Cajuput (Kayu Putih) dan Pachouli (Nilam). Perpaduan Minyak Kayu Putih dan Nilam Aceh yang berkualitas tinggi ini kini dihadirkan dalam bentuk CajuPach Medicated Aromatherapy Oil, solusi alami untuk Kenyamanan dan Kesehatan anda
Cerita di Balik Lahirnya CajuPach (Cajuput-Patchouli Alcohol). Cajuput berarti minyak kayu putih, sementara Pach berasal dari Patchouli atau minyak nilam. Keduanya berpadu dalam satu inovasi unik hasil riset panjang - CajuPach, sebuah medicated aromatherapy oil yang tidak hanya harum, tetapi juga menyehatkan.
Dari langkah pertama hingga menjadi inovasi sosial yang mengharumkan nama Aceh, inilah perjalanan kami menjaga keaslian aroma dan nilai alam.
Kisah CajuPach bermula dari masa sulit pandemi COVID-19. Saat virus Corona mulai menyebar luas di seluruh dunia dan ditetapkan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO) pada 11 Maret 2020, Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak paling signifikan. Pada Mei 2020, tercatat lebih dari 25.000 kasus positif dan 1.500 korban jiwa. Melihat kondisi tersebut, pemerintah menetapkan pandemi sebagai bencana nasional melalui Keppres No. 11/2020 dan No. 12/2020. Sebagai bentuk kontribusi akademik terhadap penanggulangan krisis, diselenggarakan Kompetisi Hibah Konsorsium COVID-19 untuk perguruan tinggi seluruh Indonesia. Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi salah satu penerima hibah nasional periode 2020–2022. Dari kolaborasi ini lahirlah prototipe medicated oil yang berbasis minyak kayu putih dan minyak nilam, masing-masing diproses melalui fraksi ringan dan fraksi berat.
Uji laboratorium menunjukkan bahwa kedua prototipe memiliki aktivitas antibakteri, antivirus, dan antikanker (pada sel MCF-7 dan HeLa). Hasilnya luar biasa, prototipe ini mampu menekan replikasi virus dengan sangat kuat, menjadikannya potensial sebagai bahan pencegah masuknya virus ke saluran pernapasan. Produk ini juga memberikan efek aromaterapi dan relaksasi yang menenangkan. Dengan cara sederhana - dioleskan di sekitar hidung, dahi, atau tengkuk. CajuPach mampu membantu meredakan sakit kepala, melegakan saluran pernafasan, masuk angin, dan stres ringan.
Inovasi CajuPach tidak berhenti di situ. ARC - USK melanjutkan riset bersama BRIN Yogyakarta (2022–2024) untuk mengkaji karakteristik minyak kayu putih unggul dari enam provinsi binaan: Aceh Besar - Aceh, Pekanbaru - Riau, North Lampung - Lampung, Tanggamus - Lampung, Gunung Kidul - Yogyakarta, Bojonegoro - East Java, Bima - West Nusa Tenggara, dan Biak Numfor - Papua. Setiap sampel minyak disuling, difraksinasi (menjadi fraksi ringan dan berat), lalu diuji aktivitas antibakteri, antioksidan, toksisitas, antiinflamasi, dan antivirusnya. Hasil terbaik kemudian diformulasikan menjadi sediaan balsam cair yang kini dikenal sebagai CajuPach Balm Oil. Dari seluruh daerah uji, minyak asal Aceh memberikan hasil paling unggul
Produk Cajupach sukses melaju ke babak grand final Greenovate Startup Accelerator 2025, menyisihkan lebih dari 60 startup lain dari seluruh Indonesia. Cajupach Medicated Aromatherapy Oil merupakan produk hilirisasi riset yang dikembangkan oleh tim multidisiplin dari Universitas Syiah Kuala. Produk ini berbahan dasar minyak kayu putih dan minyak nilam berkualitas tinggi, yang kemudian diolah menjadi minyak obat dengan aroma harum, segar, dan menenangkan. Inovasi ini membedakannya dari produk herbal lain yang seringkali memiliki aroma menyengat. Keunikan Cajupach lahir dari kolaborasi bidang ilmu kimia organik dan ekonomi.
Perpaduan inovasi sains dan kekayaan alam Nusantara dalam satu botol aromaterapi yang wangi, sehat, dan menenangkan.
Minyak Nilam yang digunakan telah melalui destilasi molekuler untuk menghilangkan logam berat akibat penyulingan tradisional masyarakat. Hasilnya adalah minyak murni berkualitas tinggi dengan fraksi ringan dan berat yang aman digunakan
CajuPach menggunakan minyak nilam (patchouli) sebagai fixative agent alami untuk menstabilkan aroma. Selain itu, nilam juga memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi, menjadikan formula ini bermanfaat ganda-harum dan menyehatkan.
CajuPach Balm Oil tidak hanya menenangkan tubuh dan pikiran, tetapi juga memiliki aroma khas seperti parfum alami yang menyegarkan.
CajuPach Medicated Oil – Sentuhan Aromaterapi Mewah untuk Tubuh dan Pikiran Sehat.

Tetap wangi segar dan sehat dengan Cajupach. Inovasi aromaterapi alami yang dirancang untuk menjaga fokus dan kenyamananmu di setiap aktifitas, kapan pun dan dimana pun.
Rp 60.000
Didirikan oleh para ahli yang berkomitmen menjaga warisan alam Indonesia dengan sentuhan riset dan inovasi berkelanjutan.

Guru Besar dalam bidang Kimia Organik Bahan Alam
Universitas Syiah Kuala
Telah berpengalaman dibidang riset selama lebih dari 20 tahun

Doktor dalam bidang Kimia Analitik
Universitas Syiah Kuala
Telah berpengalaman dibidang riset dan bisnis selama lebih dari 20 tahun

Doktor dan Peneliti dalam bidang Botanika
BRIN
Telah berpengalaman dibidang riset selama lebih dari 20 tahun

Master Ekonomi pada bidang Ekonomi Syariah
Universitas Syiah Kuala
Telah berpengalaman dibidang bisnis selama lebih dari 10 tahun

Master Sains dalam bidang Kimia Organik Bahan Alam
Universitas Syiah Kuala
Telah berpengalaman dibidang riset selama lebih dari 5 tahun
CajuPach merupakan bagian dari upaya hilirisasi komoditas unggulan lokal Aceh melalui inovasi berbasis riset yang memberikan nilai tambah ekonomi. Minyak bahan bakunya diperoleh langsung dari petani binaan di 17 kecamatan di Provinsi Aceh yang telah diberdayakan melalui program berkelanjutan. Inovasi ini tidak hanya memperkuat kualitas produk, tetapi juga mengubah mekanisme pasar nilam di Aceh, menciptakan sistem harga yang lebih adil bagi petani. Selain itu, CajuPach mengedepankan prinsip ekonomi sirkular dan berkomitmen pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) untuk keseimbangan sosial, lingkungan, dan ekonomi.
Minyak bahan baku CajuPach diperoleh langsung dari petani binaan di 17 kecamatan di Provinsi Aceh yang telah diberdayakan melalui program berkelanjutan. Harga nilam yang semula hanya sekitar Rp300.000 per kilogram pada 2013 kini meningkat hingga Rp1.000.000 melalui intervensi riset dan pembelian oleh ARC-USK — menciptakan sistem harga yang adil dan berkeadilan bagi petani lokal.
CajuPach mengedepankan prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah daun nilam dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan residu minyak nilam diolah kembali menjadi pembersih lantai alami. Setiap bagian dari proses produksi dimanfaatkan sepenuhnya untuk mengurangi limbah dan menjaga kelestarian alam.
Sebagai bagian dari upaya hilirisasi komoditas unggulan lokal Aceh, CajuPach menghadirkan inovasi berbasis riset yang memberikan nilai tambah ekonomi. Kami berkomitmen pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) — terutama pada aspek konsumsi bertanggung jawab, kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan. Produk ini dirancang ramah lingkungan dan aman bagi vegan.
Dokumentasi riset, pemberdayaan petani, kolaborasi akademik, dan keikutsertaan kami dalam berbagai event inovasi dan pameran berkelanjutan.

Riset & Inovasi

Pemberdayaan Masyarakat

Event & Expo

Kolaborasi Akademik

Company Activity

Sustainability Event

Sustainability Event

Sustainability Event

Sustainability Event

Sustainability Event

Sustainability Event

Sustainability Event

Sustainability Event

Sustainability Event

Sustainability Event

Sustainability Event

Sustainability Event

Sustainability Event

Sustainability Event
Liputan, publikasi, dan kabar terbaru seputar riset, inovasi, serta kegiatan sosial kami dalam mengembangkan produk alami Aceh.

Inovasi minyak angin aromaterapi bernama Cajupach dari Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK), berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Produk ini sukses melaju ke babak grand final Greenovate Startup Accelerator 2025, menyisihkan lebih dari 60 startup lain dari seluruh Indonesia. Ajang ini diselenggarakan oleh Universitas Pertamina, bekerja sama dengan berbagai institusi global seperti Yale University dan UNIDO. Cajupach Medicated Aromatherapy Oil merupakan produk hilirisasi riset yang dikembangkan oleh tim multidisiplin dari USK. Produk ini berbahan dasar minyak kayu putih dan minyak nilam berkualitas tinggi, yang kemudian diolah menjadi minyak angin dengan aroma harum, segar, dan menenangkan. Inovasi ini membedakannya dari produk herbal lain yang seringkali memiliki aroma menyengat. Menurut salah satu peneliti, Cantika Dwi Riski, keunikan Cajupach lahir dari kolaborasi bidang ilmu kimia organik dan ekonomi.
Baca selengkapnya →
MINYAK aromatherapy hasil produksi inovasi Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh, berhasil memperoleh prestasi luar biasa di event tingkat nasional. Minyak angin berbahan baku minyak kayu putih, minyak nilam Aceh itu melaju ke babak grand final Greenovate Startup Accelerator 2025. Diberi nama Cajupach, aromaterapi ini menyisihkan lebih dari 60 merek startup berbagai merek di Indonesia.

BANDA ACEH, READERS - Produk Cajupach dari Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Greenovate Startup Accelerator 2025 dengan mengusung tema “Green Chemistry for Industrial Excellent” yang berlangsung di Nianza Hotel, Jakarta, pada Selasa-Rabu, 16-17 September 2025

Banda Aceh - Produk Cajupach dari Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menorehkan prestasi gemilang pada ajang Greenovate Startup Accelerator 2025 yang berlangsung di Nuanza Hotel, Cikarang,16–17 September 2025.

SERAMBINEWS.COM - Inovasi minyak angin aromaterapi bernama Cajupach dari Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK), berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Produk ini sukses melaju ke babak grand final Greenovate Startup Accelerator 2025, menyisihkan lebih dari 60 startup lain dari seluruh Indonesia.

TABLOIDSINARTANI.COM -- Startup Cajupach USK berhasil masuk 4 besar Greenovate 2025, menghadirkan aromaterapi medicated ramah lingkungan sebagai solusi hijau inovatif untuk masyarakat. Inovasi riset lokal kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Startup Cajupach dari Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menembus empat besar Greenovate Startup Accelerator 2025, ajang bergengsi yang berlangsung 16–17 September 2025 di Nuanza Hotel, dengan tema “Green Chemistry for Industrial Excellent”.
Cerita nyata pelanggan kami yang merasakan manfaat dan keharuman alami CajuPach.

Hadir dengan bahan alami minyak nilam murni asal Aceh, Sumatera. Produk medicated aromatherapy oil ini menghadirkan sensasi aroma seperti parfum namun tetap aman digunakan langsung di kulit. Bukan hanya memberikan keharuman yang menenangkan, tetapi juga membantu meredakan gangguan pernapasan dan memberikan efek relaksasi alami bagi tubuh dan pikiran.

Aku suka banget sama Cajupach. Medicated aromatherapy oil ini terbuat dari perpaduan minyak nilam dan kayu putih, bukan cuma menyehatkan tapi juga wanginya mewah. Siapa sangka minyak herbal bisa sekeren ini, nggak ada aroma “minyak jompo” sama sekali, malah bisa dipakai sebagai parfum. Cukup oles di belakang telinga atau leher, rasanya hangat, menenangkan, dan wangi tahan lama.

Minyak angin Cajupach beda banget dari yang lain. Aromanya tidak seperti minyak angin biasa, tapi lebih mirip parfum elegan yang bikin rileks dan tenang. Sekali pakai, langsung terasa hangatnya, harumnya, dan efek nyamannya. Sukses terus Cajupach.
Temukan toko dan pusat aromaterapi CajuPach di Banda Aceh.
Kopelma Darussalam, Desa/Kelurahan Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh.
Senin - Jum'at : 8:30 AM - 5:00 PM
+62 812-6122-7631